Lompat ke isi

Jazz = Rumit..?

November 26, 2009

“Jazz itu memang rumit, susah dicerna untuk sebagian orang terutama yang masih nubie. Tapi akan menjadi simpel jika kita melihatnya dari sudut komposisi, dari harmoni yang dibangun, bukan dari skill yang ditampilkan playernya..”

Teorinya sih begitu, tapi kenyataannya amat sangat sering kali berbeda. Istilah ngasalnya: Jazz tanpa Skill bagaikan Sayur tanpa Garam, hehehe….

Tidak bisa dipungkiri bahwa jazz sering kali diidentikkan dengan skill yang tinggi dan aransemen yang njlimet. Pokoknya kalo pas lagi nonton acara jazz gitu, berasa kayak lagi liat para instruktur musik yang sedang mengeluarkan semua literaturnya mulai dari grade A sampai Z :D

“Eh? koq chordnya tiba-tiba gitu?” atau “Eh? Koq solonya bisa nyambung ya? perasaan tadi mainnya kayak fals-fals gitu? tapi enak deh kedengerannya..” adalah kalimat-kalimat yang sering saya lontarkan. Dalam hati tentunya, karena gak mau dicap oon sama penonton yang lain, hehehe…

Berawal dari sini, saya akhirnya memberanikan diri untuk meniru permainan yang saya bilang ‘fals’ tadi, ternyata… Gagal sodara-sodara, hehehe.. Bukannya menjadi ‘njlimet tapi indah’ layaknya Jazzer Professional, permainan saya malah bener-bener fals (atau mungkin cuman perasaan aja ya?)

Walhasil sampai sekarang saya cuman menguasai dua mahzab sederhana: Mayor dan Minor. Kadang-kadang bosen juga sih, apalagi kalo sudah main sampai beberapa lagu. Rada takut juga, jangan-jangan orang yang nonton mikrinya gini: “Ni orang dari tadi lagunya ganti-ganti, tapi koq solonya itu-itu mulu ya..?” :D Hingga kadang-kadang kalo emang udah kepepet dan kehabisan bahan, keluarlah jurus andalan: NGASAL. Kalo udah kerasa fals banget, buru-buru balikin ke chord semula, hahaha… ^^!

Sampai-sampai dulu dikalangan teman-teman ada doktrin seperti ini : “Udah yang penting main aja, kalo ngerasa fals cuekin aja, namanya juga Jazz, bebas dong!” Benar-benar doktrin yang menyesatkan ya, hihi..

Belakangan saya tau kalo ternyata yang dibilang fals itu ternyata bukan bener-bener fals. Sepintas memang terdengar fals bagi orang-orang seperti saya yang didunia nya cuman ada dua mahzab tadi, yaitu Mayor dan Minor hehe.. Adalah satu istilah di dunia persilatan musisi Jazz yang namanya outside tones (mohon koreksinya kalo ternyata salah). Wah apa tuh?

Jadi menurut teori yg paling dasar, nada outside itu adalah nada yg ga termasuk dalam chord tones tersebut… Tapi ‘out’ atau keluar jalurnya itu sampe semana, itu ada tingkatannya, dari yg paling inside, agak outside, outside, sampe yg udah ga pake chord tonesnya sama sekali… (streetbass.org). Untuk lebih detilnya mungkin akan dibahas di topik lain oleh para senior yang lebih berpengalaman dalam bidang ‘membelok-belokan nada’ ini. Karena menurut rumor yang beredar (oalaah… bahasanya :D ) untuk memainkan teknik-teknik outside ini harus menguasai dulu yang namanya Scale dan Modes.

Eniwei sampai disini dulu tulisan pembukanya, semoga setelah ini ada yang mau berbaik hati untuk berbagi teori-teori yang benar tentang “How to be more Jazzy” ^^

Salam KJB

(dipost juga di discussion board Group Fesbuk Komunitas Jazz Banjarbaru)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.